Triage adalah sistem pembagian klien berdasarkan berat ringannya kondisi klien atau kegawatanya yang membutuhkan tindakan segera.

Dalam triage, perawat dan dokter memiliki batasan waktu (response time) untuk mengkaji keadaan dan memberikan intervensi yang cepatnya yaitu <10 menit. Istilah-istilah yang lazim digunakan untuk mengembangkan konsep-konsep pengkajian yang cepat dan terfokus dengan cara-cara yang memungkinkan sumber daya manusia, peralatan dan fasilitas yang paling efisien untuk hampir 100 juta orang yang diperlukan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) setiap tahun (Pusponegoro, 2010).

Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman dalam melakukan triase pada korban bencana dan musibah massal maupun dalam pelayanan rutin di IGD.

Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu melakukan triase dalam penanganan gawat darurat menurut pedoman secara benar, mulai dari menjelaskan dasar-dasar triase dalam kegawatdaruratan, melakukan triase korban bencana dan musibah massal menurut algoritma START, melakukan triase pasien di IGD menurut algoritma ESI, menerapkan Standar Prosedur Operasional (SPO) tentang sistem triase di IGD serta mengidentifikasi problem dan solusi terkait proses triase dalam penanganan gawat darurat.